Apakah Anda Melakukan 5 Kesalahan Ini Saat Memasak?

Apakah Anda Melakukan 5 Kesalahan Ini Saat Memasak?

JualElektronik.com – Manusia bukanlah makhluk yang sempurna dalam melakukan suatu hal apapun dan bisa melakukan kesalahan, terutama dalam memasak yang mungkin hampir dilakukan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan  jasmani kita. Walaupun makanan itu enak dan sehat namun tidak diolah dengan baik, tentu saja akan mengurangi nilai gizi dari makanan tersebut, maka memasak menjadi kunci penting.

Kita pun pasti sering mengalami kekeliruan dalam memasak karena berbagai sumber yang bahkan belum tentu kebenarannya, namun terus kita aplikasikan saat memasak. Bahkan seorang profesional pun dapat melakukan kesalahan-kesalahan ini dalam memasak. Apakah Bunda juga melakukan kesalahan yang sama? Yuk ketahui dulu poin-poinnya di bawah ini!

 

Cara Memasak Sayur Agar sehat

 

Terdapat berbagai pendapat dimana kita tidak disarankan memasak sayur dalam waktu yang lama karena akan menghilangkan nilai gizi dalam sayuran tersebut. Pertama-tama, banyak cara yang dapat digunakan untuk memasak sayur, yaitu merebus, mengukus, panggang, ataupun tumis. Sebenarnya, baik atau tidaknya tergantung bagaimana cara kita mengolahnya, bukan dari waktu yang kita gunakan untuk memasak sayur tersebut.

Anggapan memasak sayur dalam waktu singkat tidak salah, namun kurang tepat. Yang lebih tepat adalah memasak dengan cara yang benar. Kebanyakan orang memasak sayur dengan merebus, namun cara ini sangat-sangat salah. Merebus sayur akan membuat vitamin dan mineral pada sayur larut pada rebusan air. Untuk mengurangi vitamin dan mineral yang terbuang, maka rebuslah dalam waktu singkat, bahkan jika bisa hanya celupkan sekejap saja. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition,  merebus sayuran akan menghilangkan antioksidan dalam sayur.

Menurut Dokter spesialis gizi, dr. Grace Judio-Kahl, MSc, MH, CH cara terbaik untuk memasak sayur adalah mengukus karena dapat mempertahankan nilai gizi dan vitamin dalam sayur. Selain itu, memanggang dan menumis juga lebih baik karena tidak menggunakan terlalu banyak minyak dan kebutuhan lemak juga terpenuhi. Namun saat menumis jangan lupa untuk selalu mengaduk sayur agar panas merata.

 

Mengelola Daging Beku

Saat tidak ada waktu dan buru-buru, maka kita akan melakukan cara apapun yang lebih cepat dan efektif, sama hal nya saat memasak daging.  Saat membeli daging  pasti kita selalu menyimpan stok di dalam freezer. Suhu yang dingin akan membuat daging lebih awet, cara ini sudah dilakukan oleh orang-orang eskimo sejak dahulu.

Ketika ingin memasak daging yang disimpan di freezer, daging akan membeku dan keras, alhasil kita harus mendiamkan di suhu ruangan, panaskan di microwave atau diamkan di kulkas seharian agar mencair. Namun jika waktu tidak mendukung, kita akan buru-buru memasaknya dalam keadaan beku. Padahal sebelum di masak, daging beku seharusnya dikeluarkan minimal 1 jam sebelum dimasak agar benar-benar mencair.  Langsung memasak daging beku akan membutuhkan waktu yang lama untuk matang, ada juga kemungkinan dimana daging bagian dalam akan kurang matang dibanding bagian luar.

Menurut situs Meatsafety.org, sebenarnya aman-aman saja untuk memasak langsung daging-dagingan beku. Bahkan, para ahli percaya bahwa daging beku akan mencegah kesempatan bakteri dan parasit berkembang biak. Karena, saat beku, bakteri dan parasit tersebut hanya tertidur dan berhenti beraktivitas. Barulah saat makanan dilumerkan, mereka aktif kembali dan mulai berkembang biak. Jika daging beku dan langsung dimasak, bakteri dan parasit tidak memiliki kesempatan untuk berkembang karena sudah “mati saat tertidur”.

Kecuali jika Anda memasukkan lagi daging beku yang sudah dilumerkan ke dalam freezer, karena hal tersebut dapat beresiko tercemar bakteri bahaya dan racun. Maka gunakan tempat yang steril dan kedap udara.

 

Waktu Yang Tepat Untuk Memasukkan Garam

Garam   merupakan bumbu dapur penyelamat bagi masakan, karena tanpa garam, makanan hambar dan terkesan tidak hidup. Namun, apakah Anda sudah paham kapan waktu yang tepat untuk memasukkan garam ke dalam masakan Anda?

Memasukkan garam tak hanya cukup sekali dalam proses memasak, namun sepanjang memasak. Mengapa demikian? Memasukkan garam terlalu awal dianggap membahayakan karena garam akan berubah menjadi racun, namun anggapan tersebut salah. Garam kaya akan mineral dan mineral tidak akan berubah menjadi zat berbahaya walaupun dipanaskan, kecuali sudah bercampur dengan zat berbahaya lainnya. Lalu, jika memasukkan garam di akhir, makanan akan terasa hambar atau malah keasinan, dan cita rasa masakan menjadi hilang.

Maka, waktu yang baik adalah, memasukkan sedikit garam di awal memasak, hanya sedikit saja, hal ini untuk menumbuhkan cita rasa dari makanan yang dimasak agar tidak hilang. Seorang profesor dari Departemen Ilmu Gizi Rutgers University bernama Paul Breslin, mengatakan bahwa untuk memasak, sebaiknya bubuhkan garam sedikit pada awal masak, kemudian masukkan lagi nanti pada akhir proses memasak. Lalu tambahkan lagi garam secukupnya pada akhir proses pemasakan. Cara ini akan membuat makanan terasa lezat dan mencegah konsumsi garam berlebihan.

 

Tidak Menggunakan Bahan Dengan Suhu Ruangan

Pernahkah Anda gagal saat membuat kue ? Entah adonan yang Anda buat tidak dapat merata, elastis atau malah mencair? Bisa jadi karena bahan yang Anda gunakan tidak dalam suhu ruangan atau bisa jadi mixer atau oven yang Anda gunakan tidak berfungsi dengan baik. Suhu bahan baku sangat berpengaruh bagi hasil kue Anda. Contohnya gula, jika Anda menggunakan gula yang terlalu dingin, gula akan sukar mencair dan akan menggumpal. Sedangkan jika Anda menggunakan gula yang panas, maka gula akan terlalu leleh dan adonan kue Anda menjadi lengket.

Apalagi telur dan margarin, jika Anda langsung menggunakan kedua bahan ini ketika dikeluarkan dari kulkas, dalam keadaan dingin, maka dipastikan adonan Anda akan menggumpal dan hasil kue akan kasar dan berat. Menggunakan telur dan margarin yang bersuhu ruangan akan membuat bahan ini teremulsi dengan baik ke dalam adonan, sehingga hasil kue akan mengembang dengan baik, lembut dan menghasilkan remah kue yang renyah.

 

Menghangatkan Lagi Nasi Ke Dalam Rice Cooker

Hal ini mungkin sangat sering kita lakukan. Namun cara ini akan meningkatkan kadar gula dalam nasi , hal inilah yang membuat semakin banyak anak yang terkena diabetes, karena kegemaran mengonsumsi nasi panas setelah dipanaskan dalam rice cooker. Untuk itu sangat disarankan mengonsumsi nasi yang dingin untuk penderita gejala diabetes, agar nasi yang dikonsumsi rendah gula. Selain itu, memanaskan kembali nasi dalam rice cooker akan membuat nasi terkontaminasi zat logam dari rice cooker yang bisa saja terkelupas saat memasak.

Seperti yang disampaikan National Health Service dan Food Standards Agency, di dalam nasi terdapat bakteri bernama bacillus cereus. Bakteri ini bisa berkembang dengan cepat jika kita salah salah menyimpan nasi. Bakteri ini sebenarnya memang sudah ada dalam nasi yang sudah matang. Namun, jika kita salah dalam menyimpan nasi yang tidak habis dikonsumsi dalam sehari ini, maka bakteri akan berkembang biak dengan sangat cepat dan akhirnya bisa memproduksi racun dalam jumlah yang besar dan akhirnya memicu diare atau muntah-muntah.

Itulah dia 5 kesalahan yang sering dilakukan saat memasak. Apakah Anda pernah melakukan salah satunya? Jika pernah, perbaikilah cara Anda memasak setelah membaca poin-poin di atas. Semoga bermanfaat 🙂

Jangan lupa untuk selalu mengandalkan JualElektronik.com sebagai toko yang tepat dan terpercaya dengan harga yang bersahabat untuk membeli alat-alat memasak di dapur Anda. Anda dapat membeli produk elektronik secara offline maupun online di jualelektronik.com. Pembelian bisa langsung di website Jualelektronik.com, atau by offline dengan datang ke showroom Jualelektronik.com di Ruko Harco Elektronik Blok P Nomor 28-29, Mangga Dua, Jakarta Pusat. No telp 021.8068.2299, whatsapp 0818 0700 5080 dan email di info@Jualelektronik.com.